Minggu, 24 Maret 2013
Senin, 30 April 2012
manusia dan kegelisahan
Manusia dan Kegelisahan
Pengertian
kegelisahan
kegelisahan berasal dari kata
gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa kwatir tidak
tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang
menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kwatir,
tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
http://sindyarsita.wordpress.com tanggal
30 april 2012
Berbicara
masalah kegelisahan pasti ada kaitannya dengan kecemasan dan frustasi. Pasti semua
manusia pernah mengalami masa masa
frustasi dimana saat sesuatu yang kita inginkan tidak bisa tercapai . frustasi
banyak macamnya yakni frustasi masalah
keuangan, jodoh atau pacaran, pergaulan, keluarga dan kerjaan.
Saya
akan membahas tentangan kegelisahan atau frustasi dalam bidang jodoh atau
percintaan. Ini pengalaman saya sendiri
di saat orang yang kita sayang atau cintai meninggalkan kita tanpa kejelasan
dan alasan yang pasti. Kehilangan orang kita cintai membuat kita stress, tidak
ada semangat dalam hidup, tidak ada arah hidup, dan frustasi.
Ini
yang saya alami saat kehilangan seorang yang kita cintai. Minggu pertama
kehilangan dia membuat kita lupa akan segalanya dan selalu berfikir kenapa dia
ninggalin kita? Mungkin itu yan sering menjadi pertanyaan setiap kali orang
yang kitacintai meninggalkan kita. Semua yang kita lakukan seperti sia sia
karena tidak ada lagi yang memberi kita semangat.
Bagi
orang baru kehilangan orang yang kita cintai sangat lah menyakitkan. Mungkin beberapa
bulan kita merasa sangat kehilangan dan
rasanya ingin berbuat sesuatu agar mereka bisa melampiaskan semua yang ada di
fikirannya.
Biasanya
mereka selalu bertanya kepada orang yang kita sayang serulang kali sampai
memohon kepada dia jangan meninggalkan kita. Apapun akan dilakukan agar dia mao
kembali bersama kita. Ini bersangkutan dengan kegelisahan pasti mereka sangat
menanti jawaban apakah dia mao kembali bersama kita atau tidak.
Kita
juga tidk bisa menyalahkan dia mungkin dia mempunyai banyak alasan seperti ada
yang dia tidak suka dari sikap, prilaku sifat atau yang lainnya yang membuat
dia ingin mengakhiri hubungan dngan kita. Kita jangan terlalu terbawa perasaan
sampai kita frustasi berat. Cobalah buat pelajaran proses kedewasaan kita dalam
menghadapi masalah dalam hidup.
Banyak
cara untuk membuat kita melupakan masa kita yang tidak membuat kita menjadi
frustasi lagi dan lagi. Bisa dengan mencari hiburan, melakukan kegiatan apapun
yang membuat kita tidak frustasi lagi, memperbanyak teman yang bisa membuat
kita tertawa. Kalau cara itu tidak bisa membuat frustasi kita hilang. Maka,
sebaiknya jalan yang paling baik bagi orang yang frustasi diajak pergi sendiri
ke psikolog.
Ini
pengalaman nyata saya , sedikit yang bisa saya sampaikan . semoga menambah
pengetahuan kalian agar tidak frustasi ataupun gelisah.
Sabtu, 17 Maret 2012
Assa Tak Sampai Di Tangan
Kalau Mentari Mulai Tiada
Pamit Selesai Dalam Tugasnya
Itu Pertanda Waktu Senja
Hari Sudah Mulai Gelap Gulita
Terdengar Suara Adzan Mendayu Dayu
Ku Langkahkan Kaki Menyambut Seruannya
Meskipun Lelah Kian Membelenggu
Namun Hatiku Terpacu Menghampirinya
Seusainya, Kusandarkan Tubuhku Pada Sebuah Tiang
Bertafakur Tentang Masa Depan
Rasanya Aku Ingin Memetik Bintang
Tetapi Apa Daya Diriku Tak mapan
Entah Kemana kaki Ini Harus Aku Langkahkan
Mencari Sebuah Pengayoman
Merana Tak Berdaya Terhimpit Kesulitan
Tiada Satu Insanpun Yang Mempedulikan
Ku Memboca Tuk Berlari
Mengejar Cita Cita Dan Harapan
Menganggap Akan Ku Dapati
Tapi Ternyata Hanya Sebuah impian
Di Saat Semangat Mulai redup
Serasa Diri Sudah Tak Sanggup
Tiada Jalan Yang Dapat Ku Tempuh Atau Ku Lakukan
Selain Bersujud Di Hadapan Allah Tuk Temukan Kedamaian
Kamis, 05 Januari 2012
IDENTITAS NASIONAL INDONESIA BANGSA
IDENTITAS NASIONAL INDONESIA BANGSA
Dilihat dari segi bahasa bahwa Indentitas itu berasal dari bahasa inggris yaitu Indentity´yang dapat diartikan sebagai ciri-ciri, tanda-tanda atau jatidiri. Ciri-ciri itu adalah suatu yangmenandai suatu benda atau orang. Ada ciri-ciri fisik atau non fisik. Indentity sering diindonesiakan menjadi indentitas atau jatidiri. Indentitas atau jatidiri, dapat memiliki dua arti; pertama, yana menunjuk pada ciri-ciri yang melekat pada diri seseorang atausebuahbenda,kedua, indentitas dapat berupa keterangan yang dapat menjelaskan pribadiseseorang dan riwayat hidup. Indentitas atau jatidiri adalah pengenalan atau pengakuanterhadap seseorang yang termasuk dalan suatu golongan dilakukan berdasarkan atasserangkaian ciri-cirinya.Menurut Hank Johnston,Enrique Larana, dan Joseph R.Gusfield. indentitas dibagi dalam dua bagian, yaitu: indentitas individu dan indentitas kolektif.Sebagaimana kiat ketahui bahwa indentitas atau jatidiri itu ada dalam interaksi, makadapatlah kita katakan bahwa jati diri itu diperlukan dalam interaksi. Sebuah interaksimewujudkan adanya struktur dimana masing-masing pelaku yang terlibat didalamnya beradadalam suatu hubungan peranan.di lain pihak dan pada waktu yang sama, corak peranan yangdijalankan oleh masing-masing pelaku tersebut tergantung pada corak atau macam struktur interaksi yang berlaku.
A. Atribut Indentitas
Atribut adalah segala sesuatu ayng tarseleksi, baik disengaja maupun tidak, yang bergunauntuk mengenali indentitas atau jatidiri seseorang atau sesuatu gejala. Atribut ini bias berupaciri-ciri yang menyolok dari benda atau tubuh orang, sifat-sifat seseorang,pola-pola tindakanatau bahasa yang digunakan. Corak indenitas seseorang itu ditentuken oleh atribut-atributyang digunakan. Corak indentitas seseorang itu ditentukan oleh atribut-atribut yangdigunakan, yaitu supaya dilihat dan diakui oleh cirinya oleh para pelaku yang dihadapi dalamsuatu interaksi,agar indentitas atau peranan seseorang tersebut diakui dan masuk akal bagi pelaku yang terlibat dalam interaksi tersebut. Ada indentitas yang tidak dapat diubah,walaupun dapat ditutupi untuk sementara, dan ada indentitas yang dapat dengan mudahdiubah dengan cara memanipulasi atau mengaktifkan sejumlah atribut yang diperlukan untuk tujuan tersebut. Atribut-atribut diatur dan dimanipulasi oleh seorang pelaku lainnya dalam berhubungan dengan orang lain sesuai dengan yang dikehendakinya. Contohnya : seorang pengemis akan membuat dirinya sebagai seorang pengemis yang patut dikasihanni orangramai yang akan menjadi pelaku-pelaku dalam interaksi dengannya sebagai pengemis.
B. Indentitas Nasional
Nasional berasal dari bahasa inggris National´ yang berarti sebagai warga Negara ataukebangsaan. Indentitas nasional berasal dari kata ³National Indentity´ yang diartikan sebagaikepribadian nasional atau jatidiri asional. Dan pribadi yang dimiliki oleh suatu bangsa.Indentitas nasional itu terbentuk karena kita merasa bahwa sebagai bangsa Indonesiamempunyai pengalaman bersama. Pada masa sebelum kemerdekaan bangsa Indonesiamempunyai pengalaman sejarah yang sama dalam mengusir penjajah besarnya penderitaanyang dialami bangsa Indonesia pada masa itu, baik secara fisik maupun non fisik. Indentitasnasional juga terbentuk melalui saling adanya kerjasama antara indentitas kelompok yang satu dengan kelompok lainnya.Pada hakikatnya manusia hidup tidak dapat memenuhi kebutuhanya sendiri, manusiasenantiasa membutuhkan orang lain. Pada akhirnya manusia hidup berkelompok. Manusiadalam bersekutu atau berkelompok akan membentuk suatu organisasi yang berusahamengatur atau mengarahkan tercapainya tujuan hidup yang besar. Dimulai dari lingkunganterkecil sampai pada lingkungan terbesar. Pada mulanya manusia hidup dalam kelompok keluarga. Kemudian hidup bernegara. Mereka membentuk Negara sebagai persekutuanhidupnya. Negara merupakan suatu organisasi yang dibentuk oleh kelompok manusia yangmemiliki cita-cita bersatu, hidup dalam daerah tertentu, dan mempunyai pemerintahan yangsama. Negara dan bangsa memiliki pengertian yang berbeda. Apabila Negara adalah organisasikekuasaan dari persekutuan hidup manusia maka bangsa lebih menunjuk pada persekutuanhidup manusia itu sendiri. Didunia ini masih ada bangsa yang belum bernegara. Demikian pula orang-orang yang telah bernegara yang pada mulanya berasal dari banyak bangsa dapatmenyatakan dirinya sebagai suatu bangsa. Baik bangsa maupun Negara memiliki ciri khasyang membedakan bangsa atau Negara tersebut dengan Negara lain di dunia. Ciri khassebuah Negara merupakan indentitas dari bangsa yang bersangkutan. Indentitas-indentitasyang disepakati dan diterima oleh bangsa menjadi indentitas nasional bangsa.C. Untuk Apa Indentitas Nasional Itu?Sebagaimana kita ketahui bahwa indentitas nasional itu adalah jatidiri yang dimiliki olehwarga Negara atau suku bangsa dari suatu Negara atau Indonesia.indentitas nasional inidiperlukan dalam interaksi.karena dalam setiap interaksi para pelaku mengambil suatu posisidan berdasarkan posisi tersebut para pelaku menjalankan peranan-peranannya sesuai dengancorak interaksi yang berlangsung,maka dalam interaksi orang berpedoman kepadakebudayaanya. Seorang yang memilki indentitas nasional, Ia harus banga mengakuiIndonesia sebagai negaranya, karena salah satu dari indentitas nasional orang Indonesiaadalah orang yang mempunyai peradaban yang tinggi.D. Hakikat dan Dimensi Indentitas NasionalSecara harfiah . Indentitas adalah ciri-ciri, atau tanda-tanda jatidiri yang melekat pada sesuatuatau seseorang yang membedakannya dengan yang lain. Bisa dijadikan indentitas itumenjelaskan sesuatu,seseorang,kelompok atau suatu bangsa. Pengertian indentitas padahakikatnya merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalamaspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas, dan dengan ciri-ciri khas tersebut makasuatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupanya. Secara teoritis, sepertidikatakan Koento Wibisono, penfertian indentitas pada hakekatnya merupakan ³manifestasinilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa denganciri-ciri khas, dengan ciri-ciri khas tersebut maka suatu bangsa berbeda dengan bangsa laindalam kehidupannya´.dengan demikian indentitas nasional suatu bangsa adalah ciri-ciri khasyang dimiliki suatu bangsa yang membedakannya dari bangsa lainnya. Proses pembentukan identitas nasional bukan merupakan sesuatu yang sudah selesai, tetapi sesuatu yang terbukadan terus berkembang mengtikuti perkembangan zaman.Secara umum terdapat beberapa dimensi yang menjelaskan khas suatu bangsa, antara lain:
1. Pola Perilaku, adalah gambaran pola perilaku yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari,misalnya: adat istiadat, budaya, kebiasaan.
2. Lambang-lambang, adalah sesuatu yang menggambarkan tujuan dan fungsi Negara,misalnya: lagu kebangsaan, bendera, bahasa.
3. Alat-alat Pelengkapan, adalah sejumlah perangkat atau alat-alat perlengkapan yangdigunakan untuk bangunan atau peralatan dan teknologi, misalnya: bangunan masjid, bangunan candi,pakaian adat.
4. Tujuan yang ingin dicapai, indentitas yang bersumber dari tujuan ini bersifat dinamis dantidak tetap, mislnya: budaya unggul, prestasi dalam bidang tertentu.
E. Unsur-unsur Pembentuk Indentitas Nasional
1. Sejarah, Sebelum menjadi Negara yang modern Indonesia pernah mengalami masa kejayaan yang gemilang pada masa kerajaan Majapahit dan sriwijaya. Pada dua kerajaan tersebut telahmembekas pada semangat perjuangan bangsa Indonesia pada abat-abat berikutnya.
2. Kebudayaan, Aspek kebuayaan yang menjadi unsur pembentuk indentitas nasional meliputi: akal budi, peradaban, dan pengetahuan. Misalnya sikap ramah dan santun bangsa Indonesia.
3. Suku Bangsa, Kemajemukan merupakan indentitas lain bangsa Indonesia. tradisi bangsa Indonesia untuk hidupbersama dalam kemajemukan yang bersfat alamiah tersebut, tradisi bangsa Indonesiauntuk hidup bersama dalam kemajemukan merupakan hal lain yang harus dikembangkan dan dibudayakan.
4. Agama, Keanekaragaman agama merupakan indentitas lain dari kemajemukan dengan kata lain,agama dan keyakinan Indonesia tidak hanya dijamin oleh konstitusi Negara, tetapi jugamerupakan suatu Rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang harus tetap dipelihara dan disyukuri bangsa Indonesia. Menyukuri nikmat kemajemukan pemberian Allah dapat dilakukandengan, salah satunya, sikap dan tindakan untuk tidak memaksakan keyakinan dan tradisisuatu agama, baik mayoritas maupun minoritas, atau kelompok lainnya.
5. Bahasa, Bahasa adalah salah satu atribut indentitas nasional Indonesia. Sekalipun Indonesia memilikiribuan bahasa daerah,kedudukan bahasa Indonesia (bahasa yang digunakan bangsa melayu)sebagai bahasa penghubung (lingua franca) peristiwa sumpah pemuda tahun 1982, yangmenyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia.
6. Kasta dan Kelas Kasta adalah pembagian social atas dasar agama. Dalam agama hindu para penganutnyadikelompokkan kedalam beberapa kasta.kasta yang tertinggi adalah kasta Brahmana(kelompok rohaniaan) dan kasta yang terendah adalah kasta Sudra (orang biasa atau masyarakat biasa). Kasta yang rendah tidak bisa kawin dengan kasta yang lebih tingi dan begitu juga sebaliknya.Kelas menurut Weber ialah suatu kelompok orang-orang dalam situasi kelas yang sama, yaitukesempatanuntuk memperoleh barang-barang dan untuk dapat menentukan sendiri keadaankehidupan ekstern dan nasib pribadi. Kekuasaan dan milik merupakan komponen-komponenterpenting: berkat kekuasaan, mka milik mengakibatkan monopolisasi dan kesempatan-kesempatan
.F. Contoh Indentitas Nasional Indonesia
1. Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
2. Bendera Negara yaitu Sang Merah Putih
3. Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
4. Lambang Negara yaitu Pancasila
5. Semboyan Negara yaitu Bhinnika Tunggal Ika
6. Dasar Falsafah Negara yaitu pancasila
7. Konstituti (Hukum Dasar) Negara yaitu UUD1945
8. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
9. Konsepsi Wawasan Nusantara
10. Kebudayaan daerah yang telah diteria Kebudayaan Nasional
KEWAJIBAN SEBAGAI KEWARGANEGARAAN INDONESIA.
KEWAJIBAN SEBAGAI KEWARGANEGARAAN INDONESIA.
Sebelum membahas lebih jauh mengenai hak dan kewajiban yang harus dilakukan kita sebagai WNI, kita harus mengetahui lebih dahulu pengertian kewarganegaraan dan juga siapa saja yang termasuk sebagai WNI itu sendiri. Pertama tama Kewarganegaraan (citizenship) dapat di artikan keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara. Istilah kewarganegaraan dibedakan menjadi dua yaitu :a. kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis dan
b.kewarganegaraan dalam arti formil dan materiil
Kewarganegaraan seseorang mengakibatkan orang tersebut memiliki pertalian hukum serta tunduk pada hukum negara yang bersangkutan. Orang yang sudah memiliki kewarganegaraan tidak jatuh pada kekuasaan atau kewenangan negara lain. Negara lain tidak berhak memperlakukan kaidah-kaidah hukum pada orang yang bukan warga negaranya. Setiap negara berdaulat berwenang menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. Dalam menentukan kewarganegaraan seseorang, dikenal adanya asas berdasar kelahiran dan asas kewarganegaraan berdasarkan perkawina, penentuan kewarganegaraan didasarkan pada sisi kelahiran dikenal dua asas yaitu asas Ius Soli dan asas Ius Sanguinis.
Penentuan kewarganegaraan didasarkan pada aspek perkawinan mencakup asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat. Negara tidak terikat oleh negara lain dalam menentukan kewarganegaraan. Negara lain juga tidak boleh menentukan siapa saja yang menjadi warga negara dari suatu negara. Problem kewarganegaraan adalah munculnya apatride dan bipatride bahkan multipatride. Hal ini dikarenakan perbedaan asas kewarganegaraan yang digunakan negara.
Warga Negara Indonesia
Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang- undang (pasal 26 UUD 1945). Undang-undang yang mengatur tentang warga negara adalah UU No 12 th 2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia. UU ini sebagai pengganti atas UU No 62 th 1958 Sebelumnya, pembagian penduduk Indonesia berdasar Indishe Staatregeling 1927 pasal 163, (warisan Belanda) yaitu;
1. Golongan Eropa,
2. Golongan Timur Asing,
3. Golongan Bumiputra atau Pribumi
Berikut ini adalah beberapa contoh hak dan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia. Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama satu sama lain tanpa terkecuali. Persamaaan antara manusia selalu dijunjung tinggi untuk menghindari berbagai kecemburuan sosial yang dapat memicu berbagai permasalahan di kemudian hari.
A. Contoh Hak Warga Negara Indonesia
1. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum
2. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
3. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan
4. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai
5. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran
6. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau nkri dari serangan musuh
7. Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang berlaku
B. Contoh Kewajiban Warga Negara Indonesia
1. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh
2. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda)
3. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya
4. Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara Indonesia
5. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik
Kamis, 22 Desember 2011
Pengangguran dan Cara Mengatasinya
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
Jenis & macam pengangguran
• Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
• Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.
• Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.
Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
Cara-cara Mengatasi Pengangguran
Ada berbagai cara mengatasi pengangguran, yaitu:
1. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral
Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Peningkatan mobilitas modal dilakukan dengan memindahkan industry (padat karya) ke wilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi msalah pengangguran structural.
2. Pengelolaan Permintaan Masyarakat
Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah.
3. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja
Untuk mengatasi pengangguran musiman, perlu adanya pemberian informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja.
Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja, atau perusahaan seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki. Masalah tersebut adalah persoalan informasi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diadakan system informasi yang memudahkan orang mencari pekerjaan yang cocok. System seperti itu antara lain dapat berupa pengumuman lowongan kerja di kampus dan media massa. Bias juga berupa pengenalan profil perusahaan di sekolah-sekolah kejuruan, kampus, dan balai latihan kerja.
4. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi baik digunakan untuk mengatasi pengangguran friksional. Dalam situasi normal, pengangguran friksional tidak mengganggu karena sifatnya hanya sementara. Tingginya tingkat perpindahan kerja justru menggerakan perusahaan untuk meningkatkan diri (karir dan gaji) tanpa harus berpindah ke perusahaan lain.
Menurut Keynes, pengangguran yang disengaja terjadi bila orang lebih suka menganggur daripada harus bekerja dengan upah rendah. Di sejumlah Negara, pemerintah menyediakan tunjangan/santunan bagi para penganggur. Bila upah kerja rendah maka orang lebih suka menganggur dengan mendapatkan santunan penganggur. Untuk mengatasi pengangguran jenis ini diperlukan adanya dorongan-dorongan (penyuluhan) untuk giat bekerja.
Pengangguran tidak disengaja, sebaliknya, terjadi bila pekerja berkeinginan bekerja pada upah yang berlaku tetapi tidak mendapatkan lowongan pekerjaan. Dalam jangka panjang masalah tersebut dapat diatasi dengan pertumbuhan ekonomi.
5. Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja
Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. Perusahaan lebih menyukai calon pegawai yang sudah memiliki keterampilan atau keahlian tertentu. Masalah tersebut amat relevan di Negara kita, mengingat sejumlah besar penganggur adalah orang yang belum memiliki keterampilan atau keahlian tertentu.
6. Wiraswasta
Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja di perusahaan tertentu, pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta yang berhasil.
Kamis, 03 November 2011
PENTINGNYA PENGUASAAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI ( IPTEK) BAGI GENERASI MUDA
PENTINGNYA PENGUASAAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI ( IPTEK) BAGI GENERASI MUDA
Jubah Harry Potter kini bukan lagi hanya sebuah khayalan. Beberapa mahasiswa dari Universitas di Tokyo telah berhasil menciptakan jubah yang dapat ’menghilang’ . Secara logika, alat tersebut tidak akan mungkin ada di dunia nyata . Namun faktanya , benda tersebut kini telah dirintis .Memang awalnya sulit untuk mempercayai hal tersebut . Tetapi berkat teknologi berbagai hal yang awalnya hanyalah sebatas khayalan belaka kini dapat menjadi nyata .
Tak hanya sampai di situ, kini kemajuan teknologi telah menunjukkan perkembangannya yang sangat pesat. Tak heran, jika kita dapat bertatap muka dengan orang yang tempatnya jauh dari kita . Selain itu kini kita dapat menikmati layanan internet melalui handphone. Yang tak kalah menarik, kini telah dirintis teknologi nano yaitu teknologi yang mengubah ukuran komponen – komponen yang terdapat pada alat – alat elektronik menjadi lebih kecil. Bahkan ukurannya mencapai 1 nano. Hal tersebut tidak terlepas dari peranan teknologi tentunya.
Namun seiring dengan berkembangnya teknologi tidak lantas kehidupan akan semakin mudah. Mungkin bagi sebagian orang yang sudah mengetahui manfaat dari alat – alat tersebut kehidupannya akan semakin dimanjakan olehnya. Namun tidak sedikit dari masyarakat yang belum memahami manfaat dari alat – alat tersebut .Ironisnya, masih banyak masyarakat yang bahkan belum mengetahui alat – alat tersebut. Hal tersebut kurang lebih disebabkan oleh beberapa faktor , diantaranya : Bangsa Indonesia masih harus berjuang keras dalam pengembangan kemampuan Iptek, karena menghadapi beberapa permasalahan utama dan mendasar, antara lain:
Pertama tingkatan secara umum dalam menyerap dan mengembangkan Iptek masih terbatas pada kemampuan untuk menggunakan dan atau modifikasi. Pada tingkatan seperti ini masih memerlukan upaya lebih besar untuk mampu mengembangkan, menemukan dan menerapkan teknologi baru. Penemuan, pengembangan, dan penerapan teknologi yang benar-benar baru dan sesuai dengan keunggulan komparatif yang ada, untuk yang selanjutnya mampu menempatkan kita pada keunggulan kompetitif.
Kedua pengembangan kemampuan Iptek membutuhkan sumber daya manusia yang cukup, baik dalam kuantitas maupun kualitasnya, sementara itu sumber daya manusia yang tersedia masih sangat terbatas. Gambaran mengenai keadaan ini dengan segera dapat dipahami bilamana dilakukan pembandingan dengan jumlah dan kualitas sumber daya manusia di negara-negara yang telah maju dalam pengembangan kemampuan Ipteknya.
Ketiga anggaran dari usaha pemerintah yang tersedia untuk kegiatan penelitian dan pengembangan yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan kemampuan Iptek masih terbatas pula, sedangkan peran serta swasta dan kalangan industri belum berjalan secara optimal.
Keempat pada tingkatan operasional, sistem dan kelembagaan dalam pengembangan kemampuan Iptek diperkirakan belum memenuhi kebutuhan minimal yang dipersyaratkan agar proses pengembangan kemampuan Iptek berjalan secara efektif dan efisien. Meskipun seara konseptual sistem dan kelembagaan yang ada nampaknya telah cukup mampu menggerakkan, mengarahkan, dan mengendalikan derap langkah pengembangan kemampuan Iptek; namun keluaran yang dihasilkan dalam proses pengembangan kemampuan Iptek belum berjalan secara efektif dan efisien. Tingkatan optimal proses pengembangan kemampuan Iptek yang efektif dan efisien, hanya mungkin dicapai bila kesetaraan dan kesepadanan dalam sisi peningkatan kapasitas Iptek sebanding dengan kebutuhan pemanfaatannya dalam dunia industri dan dunia usaha pada umumnya.
A. Apakah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi itu penting ?
Di zaman yang dituntut serba cepat dan serba praktis ini kita harus dapat ’mengakal –akali’nya . Salah satu caranya dengan pemanfaatan teknologi yang sudah ada. Kita ambil sebuah contoh.
Pak Tono merupakan seorang trainer yang sudah mempunyai ’jam terbang’ ke berbagai kota di luar jawa . Suatu saat ketika ia diminta untuk memberi pelatihan di sebuah kota di luar pulau Jawa . Namun karena pemberitahuan yang mendadak membuat pak Tono belum mempersiapkan materi yang akan ia sampaikan . Ia juga belum mendapatkan sumber yang cocok .Akhirnya dalam perjalanan menuju kota tujuan ia mencari sumber dengan internet dan merancang materinya menggunakan laptop-nya . Tiba – tiba handphone nya berbunyi. Ternyata dari anaknya. Anaknya meminta Pak Tono untuk mengirimkan uang secepatnya dikarenakan suatu hal. Kemudian Pak Tono mengirimkannya menggunakan layanan m- banking nya. Ia teringat bahwa pulsanya sudah hampir habis . Kemudian ia mengisinya dengan layanan pengisian pulsa .
Akhirnya Pak Tono sampai di Bandara . Namun ada hal yang membuatnya gelisah. Ia lupa dengan wajah orang yang harus ia temui di Bandara . Akhirnya ia meminta ketua paitia acara tersebut untuk mengirimkan foto orang yang akan menjemputnya melalui handphone. Akhirnya ia dapat menemui orang yang menjemputnya setelah mendapat foto orang yang menjemputnya.
Dari cerita di atas dapat kita ambil pelajaran manfaat dari sebuah teknologi. Apa jadinya jika Pak Tono tidak memanfaatkan teknologi yang sudah ada dikarenakan tidak mengetahui cara menggunakannya . Mungkin Pak Tono tidak dapat mempersiapkan materi yang akan ia sampaikan . Akibatnya ia tidak jadi memberi pelatihan . Ia telah kehilangan satu kesempatan yang mungkin sangat berharga baginya. Selain itu masih banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita tersebut berkenaan dengan manfaat teknologi dalam kehidupan sehari – hari.
B. Pentingnya IPTEK dalam kehidupan .
Pengembangan kemampuan Iptek menjadi salah satu faktor dominan bagi negara manapun untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kemakmuran rakyat, serta melindungi kepentingan dan kedaulatan negara. Terlebih lagi dengan laju perkembangan Iptek yang terus meningkat dengan kecepatan semakin tinggi, maka tiada pilihan lain bagi setiap negara kecuali berupaya semaksimal mungkin untuk mengikuti dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
Ada tiga kemungkinan kejadian yang tidak menguntungkan bagi negara manapun yang tidak dapat mengembangkan kemampuan Ipteknya, yaitu:
o Pertama secara relatif maupun absolut mengalami ketinggalan dalam hal tingkat kecerdasan bangsa, kemakmuran rakyat, dan perlindungan terhadap kepentingan serta kedaulatannya.
o Kedua dengan posisi ketertinggalan tersebut, maka kemampuan untuk memanfaatkan peluang dan menjawab tantangan dalam hubungan antar bangsa menjadi rendah
o Ketiga dalam kondisi inferioritas seperti itu, maka semakin jauh kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dan nilai tambah dari setiap upaya yang dilakukannya.
Iptek menjadi kepentingan yang bersifat strategik bagi semua negara untuk dapat mencapai kemajuan dan perkembangan sesuai harapan.
C. Pentingnya Penguasaan IPTEK bagi Generasi Muda
Penguasaan IPTEK bagi generasi muda dinilai sangat penting . Hal tersebut dikarenakan Migrasi atau berpindahnya para ilmuwan dan insinyur terbaik yang dimiliki Indonesia ke negara lain setelah sebelumnya disekolahkan dandiinvestasikan oleh negara dalam program-program pengembangan teknologi.Sehingga sebagai generasi selanjutnya kita diharuskan untuk menguasai IPTEK untuk menyelesaikan masalah – masalah pengembangan teknologi di Indonesia. Ada sebuah fakta mengenai migrasinya para ilmuwan dan insinyur terbaik Indonesia.
1) Tahun 2002, juara dunia sepak bola, Perancis, ditaklukkan oleh Senegal dalam perebutan Piala Dunia. Sebelas pemain sepak bola terbaik yangdimiliki Senegal sebelumnya telah dikecam oleh pencinta sepak bola dandianggap tidak nasionalis. Mereka bermigrasi ke klub-klub sepak bola kelas dunia di Eropa untuk berkompetisi. Fenomena migrasi 11 pemainsepak bola ini mirip dengan peristiwa migrasi ilmuwan Indonesia kenegara lain, sebagaimana juga dialami Jerman, Brasil, Amerika Serikat,Perancis, dan Malaysia. Di Amerika seorang doktor biologi asal Aceh mengabdikan iptek dalam riset bioengineering di Universitas Washington. Beberapa engineer ahliperangkat lunak sedang menapak karier menjadi top level scientist di Microsoft Seattle. Seorang doktor ahli roket lulusan ITB menjadi topscientist di Laboratorium Martin Thiokol, industri pengembang roketluar angkasa penggendong pesawat ulang alik Discoveries, di Utah.Sedangkan program pengembangan pesawat jumbo jet Airbus A380, dan pesawat Regional Jet di Embraer Brazilia berhasil diterbangkan keudara dengan kontribusi analisis engineering dan ratusan gambar teknikyang dibuat oleh 70 ilmuwan terampil, alumni Industri Dirgantara Indonesia.
2) Kini tiap tahun ada 6.000 ilmuwan dan tenaga terampil Jerman mencari lokasi kerja yang mampu menyediakan persoalan berat serta imbalan yang menarik dan menantang kreasi daya cipta mereka. Majalah The Scientist melaporkan satu dari tiap tujuh doktor meninggalkan Jerman menuju Amerika. Di antaranya tiga pemenang hadiah Nobel asal Jerman bekerja di pusat penelitian Amerika. Gerd Kemperman, ahli biologi molekuler Jerman, menyatakan tata cara kerja dan peralatan laboratorium di Amerika lebih memberikan kebebasan dan kemungkinan besar bagi dirinya untuk menemukan formula molekuler baru. Sayonara Jerman, katanya.
3) Di Indonesia, pemerintah kini sibuk dengan sikap antiproteksi dan subsidi. Semua insentif dianggap barang haram dan tanda kemanjaan.
Pemerintah hanya memfokuskan diri pada pengurangan anggaran belanja, yang dipandang dan dikategorikan sebagai "subsidi". Akibatnya kehilangan jangkauan pentingnya iptek untuk kemandirian masa depan bangsa dan kurang sungguh-sungguh menciptakan program yang memberikan kepercayaan kepada kemampuan ilmuwan bangsa sendiri.
4) Sementara di negara lain, ilmuwan Indonesia menemukan surga penelitian. Di Malaysia mereka dipayungi oleh Visi 2020 dan alokasi dana riset. Di Amerika, Jerman, Brasil, dan Malaysia, mereka ikut menikmati pelbagai jenis subsidi tidak langsung dalam program Riset Pengembangan Produk Baru. Di banyak negara, seperti Turki, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Taiwan, terdapat lokasi seperti "silicon valley Amerika" sebagai pusat inkubasi iptek tempat tumbuh berkembangnya embrio penelitian ke dalam dunia bisnis dan komersialisasi, yang bukan tidak mungkin ada ilmuwan Indonesia-nya. Di pusat inkubasi iptek seperti science center itu pemerintah negara tersebut memberi insentif dan kemudahan fasilitas bagi para ilmuwan pencipta karya teknologi untuk berinteraksi dengan sektor riil dan dunia bisnis. Berjuang sendiri
5) Di Indonesia, konsep taman iptek (technology and science park) sebagai pusat inkubator teknologi pernah dilahirkan oleh Sumitro Djojohadikusumo dan dibangun infrastruktur ipteknya oleh BJ Habibie dan dikenal dengan nama Puspiptek Serpong. Kini lokasi tersebut rimbun dengan alang-alang, dan para ilmuwan yang bekerja di sana berjuang sendiri mencari anggaran biaya riset dan kerja sama dengan sektor riil untuk menemukan dan menciptakan karya teknologi terbaiknya. Karena itu, sudah saatnya VISI 2020 dan Grandstrategy IPTEK 2010 dirumuskan kembali. Dengan visi dan grandstrategy iptek yang jelas dan terarah, persoalan bangsa seperti mahalnya biaya energi untuk industri, pengembangan industri petrokimia, eksplorasi minyak di Blok Cepu dan Pulau Natuna, modernisasi mesin tekstil, program benih unggul dalam revitalisasi pertanian, dan modernisasi sistem persenjataan dapat digunakan sebagai wahana yang menantang kreativitas dan kegeniusan para ilmuwan Indonesia. Melalui program kerja yang sistematis dan terencana, ilmuwan dapat ditempatkan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi bangsa berbasis iptek dan dapat didayagunakan untuk peningkatan daya saing Indonesia menuju Supremasi Industri Indonesia. Baik itu industri berbasis sumber daya alam maupun industri yang berdasarkan kadar kecanggihan kandungan ipteknya. Jika VISI 2020 tidak lahir, bukan tidak mungkin, Oscar, genius muda dari Papua, sang juara dunia Olimpiade Fisika, akan berkata: "Sayonara iptek Indonesia...." Dari makalah di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa betapa pentingnya penguasaan IPTEK bagi generasi muda untuk membangun Indonesia .
Langganan:
Postingan (Atom)